Berau: Menjelajahi Era Baru Pariwisata di Kalimantan Timur
Kabupaten Berau di Kalimantan Timur, yang dahulu akrab dengan predikat ‘Kota Tambang’, kini tengah merajut identitas baru. Seiring menipisnya cadangan mineral, daerah ini bergerak cepat menuju sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi masa depan. Transisi ekonomi Berau ini bukan tanpa tantangan, namun peluang yang terbuka lebar menjanjikan pertumbuhan berkelanjutan.
Fokus pengembangan pariwisata kini menjadi prioritas utama. Potensi wisata bahari Berau, terutama di gugusan kepulauan Derawan, Maratua, dan Kakaban, telah lama memikat perhatian. Kini, upaya lebih gencar dilakukan untuk mengangkat destinasi lain seperti Labuan Cermin, Tali Sayang, dan Kaniungan, memperkaya daftar destinasi wisata Kalimantan Timur.
Pulau Maratua: Magnet Kunjungan Wisatawan dan Peluang Investasi
Pulau Maratua telah membuktikan diri sebagai primadona baru. Keindahan pasir putihnya yang memukau dan keanekaragaman bawah lautnya menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Data menunjukkan, kunjungan wisatawan ke Berau sepanjang tahun 2024 melonjak signifikan, melewati angka setengah juta. Angka ini mencerminkan keberhasilan promosi destinasi dan daya tarik alami Berau yang kuat. Lonjakan ini didominasi oleh turis dari Tiongkok, Rusia, dan Italia, menunjukkan pengakuan internasional terhadap permata tersembunyi ini.
Peningkatan jumlah pengunjung secara langsung berdampak pada geliat ekonomi lokal. Homestay di sekitar Maratua, misalnya, merasakan dampak positif dari acara tahunan Maratua Run. Ini menjadi sinyal kuat bagi investasi pariwisata, baik di sektor akomodasi, transportasi, maupun layanan wisata lainnya. Dengan visi pariwisata berkelanjutan, Berau tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.
Pengembangan Infrastruktur dan Dukungan UMKM Pariwisata
Pemerintah daerah Berau berkomitmen penuh dalam pengembangan pariwisata, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur wisata. Dalam satu dekade terakhir, investasi signifikan telah digelontorkan untuk mendukung 100 potensi kampung wisata yang tersebar di seluruh kabupaten. Langkah ini penting untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan, sekaligus mendiversifikasi penawaran ekowisata Berau.
Peresmian hotel internasional Berau, Mercure Berau, merupakan tonggak penting dalam upaya peningkatan layanan pariwisata. Hotel ini tidak hanya menyediakan akomodasi berstandar global, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung UMKM pariwisata. Dengan menyediakan pojok khusus di lobi hotel, Mercure memfasilitasi penjualan produk UMKM tanpa mengambil bagi hasil. Kebijakan ini secara langsung memberdayakan pengusaha lokal, memungkinkan mereka menerima pembayaran penuh, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kehadiran fasilitas dan kebijakan pendukung ini diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Dengan lingkungan industri yang kondusif, Berau siap sepenuhnya menghadapi era baru sebagai destinasi pariwisata unggulan, jauh dari bayang-bayang masa tambang.



